Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

JAMBI - Walikota Jambi, dr HR Bambang Priyanto mengungkapkan bahwa keberadaan Perpustakaan Umum Kota Jambi harus terus dikembangkan. Hal ini untuk membantu mencerdaskan pelajar yang ada di Kota Jambi, sehingga diharapkan perpustakaan ini bisa menjadi salah satu referensi siswa dalam membaca dan mencari ilmu. “Ini pas betul karena lokasinya strategis dan bangunannya cukup besar. Tapi harus diakui jumlah bukunya kurang, tapi yang jelas bagaimana meningkatkan fungsi perpustakaan ini. Jadi sosialisasikan kepada guru, siswa yang ada di Kota Jambi,” sebut Bambang usai meninjau Perpustakaan Kota Jambi, kemarin.   Dikatakan Bambang bahwa membaca itu sangat penting bagi seorang pelajar, sehingga perpustakaan yang sudah megah ini bisa dijaga agar kondisinya tetap bagus. “Dengan adanya perpustakaan ini, maka bisa menumbuhkan minat baca. Letaknya yang strategis harus dijadikan salah cara agar minat baca meningkat,” harapnya.   Sementara itu Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Kota Jambi, Jufriono, SPd MPd mengatakan bahwa saat ini memang BPAD kekurangan buku bacaan. Saat ini Perpustakaan Kota Jambi hanya memiliki 42 ribu eksemplar buku, dimana 26 ribu eksemplar lebih buku lama dan 13 ribu eksemplar lebih buku baru.  

“Kalau dilihat dari infrastruktur dan jumlah siswa di Kota Jambi, maka kita sangat kekurangan buku. Kita memiliki gedung berlantai 3, tetapi jumlah buku kita masih sangat kurang. Jadi untuk memenuhinya, maka kita butuh 1 juta eksemplar buku bacaan,” sebut Jufriono usai mendampingi Walikota Jambi, kemarin.   Untuk mengatasi itu, Jufriono mengatakan bahwa pihaknya terus berusaha mencari buku melalui pihak swasta yang peduli pada dunia pendidikan. Hal tersebut dikarenakan APBD Kota Jambi tidak bisa membantu BPAD untuk membeli buku, karena terbatas anggaran yang dimiliki.               “Kalau berharap dengan dana APBD sulit, karena terbatasnya anggaran. Maka kita akan mencari bantuan dari pihak swasta dan bekerjasama dengan swasta. Kita akan menyurati PT WKS, Pusri, BRI, PMI, Petrocina, PT Unilever, PT Indofood dan Pertamina. Dalam waktu dekat akan kita kirim suratnya dan bisa dibantu,” jelas Kepsek SMK Satria ini.               Pada kesempatan itu juga, Jufriono juga mengatakan bahwa pengunjung Perpustakaan Kota Jambi saat ini terus meningkat dari bulan ke bulan. Hal tersebu menunjukkan bahwa perpustakaan Kota Jambi sudah mulai dikenal dan memang kendala yang dihadapi masih kurangnya buku yang dimiliki perpustakaan.               “Hal positifnya saat ini pengunjungnya setiap bulan terus meningkat dan kita akan terus sosialisasikan masalah keberadaan kita. Untuk mengatasi kekurangan buku sementara yang kita miliki, maka kita akan berusaha untuk membuat daerah hot spot gratis di Perpustakaan. Bila tidak ada buku di perpustakaan maka bisa menggunakan internet secara gratis,” akunya. (ka)

Online Public Acces Catalog