Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel
Pengarang: 
Umiyati, S.Sos

Pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan minat, bakat dan ilmu pengetahuan bagi anak didik, pendidikan itu tidak hanya didapat di dalam pendidikan formal saja tetapi dapat juga diperoleh dari pendidikan non formal. Pendidikan non formal seperti perpustakaan sangat berperan dalam meningkatkan kualitas dan kreatifitas anak didik. Dilingkungan pondok pesantren perpustakaan juga ikut memegang peran yang cukup signifikan dalam mengembangkan minat dan bakat serta untuk meningkatkan kualitas dan kreatifitas anak didik. Untuk meningkatkan kualitas dan kreatifitas anak didik perlu didukung oleh sarana dan prasarana perpustakaan yang memadai sesuai dengan standar perpustakaan.

Kata kunci : Sumber belajar, Pendidikan

A. PENDAHULUAN
Dalam dunia pendidikan, membaca mempunyai fungsi untuk memperoleh kualifikasi tertentu sehingga seseorang dapat memcapai prestasi (achieviment reading). Seseorang peserta didik ketika dia ingin memperoleh kelulusan dengan baik, harus mempelajari atau membaca sejumlah bahan bacaan yang direkomendasikan oleh pendidik, begitu sebaliknya seorang pendidik kualifikasi tertentu dalam mengajar atau menulis ilmiah juga harus didukung dengan kegiatan membaca berbagai bahan bacaan guna memperbaharui pengetahuannya secara kontinyu, sesuai dengan perkembangan yang ada.
Kebisaan membaca merupakan sesuatu yang penting dan fundamental yang harus dikembangkan oleh para pendidik (Ustadz) dan dididik (santri) dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan.
Pondok Pesantren adalah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal para santri. dari pondok pesantren inilah para santri, memperoleh berbagai materi ilmu-ilmu islam tentang pembentukan pribadi umat muslim.
Islam sangat memperhatikan ilmu pengetahuan. Dikala Nabi Muhammad SAW harus memusatkan perhatiannya untuk melawan serangan-serangan Kafir Quraisy, sedetikpun beliau tidak pernah alpa terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Tawanan-tawanan perang Badar dibebaskan, apabila mereka dapat mengajarkan tulis baca bagi 10 orang anak muslim.
Bahan bacaan yang ada diperpustakaan adalah hasil kumpulan buah pikiran dan baca tulis manusia yang kemudian dikemas menjadi sumber-sumber informasi. Semua sependapat bahwa perpustakaan merupakan barometer kemajuan suatu bangsa, artinya maju dan mundurnya suatu bangsa dapat dilihat dari perpustakaanya. Untuk itu kita mencoba merintis perkembangan perpustakaan Islam, didalam Perpustakaan Pondok Pesantren.
Image masyarakat “store house period” yang menganggap bahwa perpustakaan sama dengan gudang buku yang tugasnya hanya untuk mengumpulkan, merawat dan menyediakan buku. Harus sudah ditinggalkan, kalau ingin mengikuti irama perkembangan ilmu pengetahuan. Langkah sejarah telah membawa perpustakaan memasuki zaman “Educational and Research Function” dengan faham baru yang mengangkat perpustakaan dan kedudukan yang terhormat, yaitu sebagai ”pusat kegiatan Pendidikan dan Aktifitas ilmiah”
Perpustakaan Pesantren yang ada di lingkungan pondok pesantren merupakan “Jantung” Pondok Pesantren yang dapat dijadikan tolok ukur mutu dari keberadaan pesantren. Dalam kedudukan sebagai pengemban martabat pondok pesantren, perpustakaan harus menjalankan semua kegiatan yang sesuai dengan fungsi . program dan tujuan pondok pesantren bernaung. Bimbingan dan bantuan pimpinan pondok pesantren, kerjasama dari para pengajar dan santri merupakan syarat yang diperlukan sehingga perpustakaan dapat membina diri menjadi pusat kegiatan pendidikan dan aktifitas ilmiah.
Sistem yang ada dalam pondok pesantren akan ikut mewarnai perpustakaanya. Koleksinya disesuaikan dengan kondisi di pondok pesantren yang bersangkutan dan diproses dengan cara yang berlaku dengan pedoman pengolahan bahan pustaka baik tenaga pengolahnya perlu dilatih/ditatar tentang pengolahan dan pelayanan serta pengadaan bahan pustakanya sehingga dapat menunjang dalam kegiatan belajar mengajar, para santri tidak pasif, melalui perpustakaan pesantren santri dapat dilatih kearah pendidikan modern. Peran perpustakaan dalam memberikan bimbingan kepada para santri untuk giat membaca juga sangat menentukan adanya minat baca. Dengan koleksi yang lengkap,Perpustakaan Pesantren akan dapat memperkaya pengetahuan para santri, menyuburkan daya kritik (critischezim) dan membantu pengembangan bakat serta kegemaran para santri. Hal ini akan sejajar dengan sistem pendidikan modern, dimana kegiatan dan kreatifitas santri lebih dipentingkan dari pada menerima secara pasif. Melalui Perpustakaan Pasentren, santri dapat dilatih kearah pendidikan modern.
Membaca itu adalah suatu hal yang baik. yang akan membawa seseorang kepada tujuan-tujuan yang di inginkannya, karena dengan membaca pula seseorang dapat mengembangkan kreatifitas, dan apresiasi dalam kehidupan sepajang hayatnya. Oleh karena itu,minat baca harus mendapat perhatian khusus oleh dunia pesantren. tidak jarang kita jumpai bahwa para santri banyak membaca hanya bersifat imperative (keharusan) karena tuntutan adanya ujian-ujian atau hanya sekedar memenuhi kewajiban yang dibebankan oleh para guru dan kyai. Cara yang baik untuk membina minat baca ini ialah memberikan para santri memilih buku yang baik oleh mereka dan untuk mereka. para santri harus di biasakan membaca buku dan menyampaikan pendapatnya tentang buku yang telah di bacanya. Disamping itu, peranan perpustakaan Pasantren dalam memberikan bimbingan kepada para santri untuk giat membaca juga sangat menentukan adanya minat baca.selain itu juga dilakukan kegiatan lomba ceramah dalam suatu topic tertentu atau diskusi yang referensi pembicaraanya kembali pada bahan-bahan yang ada di perpustakaan.

B. PERPUSTAKAAN PONDOK PESANTREN DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN:

Metode mengajar dan belajar yang diterapkan selama ini cukup sederhana sekali, yakni menerangkan dengan media dongeng-mendongeng kepada santri. Dan pelajaran diperteguh dengan senyum, atau membentak-bentak atau memukulnya, jika anak didik
Membuat kesalahan atau memberi sepotong makanan sebagai hadiah bagi yang cakap. Peranan sebuah perpustakaan pondok pesantren adalah bagian dari tugas pokok yang dijalankan itu ikut menentukan dan mempegaruhi tercapainya misi dan tujuan perpustakaan. Setiap Perpustakaan yang dibangun akan mempunyai makna apabila dapat menjalankan peranannya dengan sebaik-baiknya. Peranan tersebut berhubungan dengan keberadaan, tugas dan fungsi perpustakaan. Peranan yang dapat dijalankan oleh perpustakaan pesantren antara lain :
1. Secara umum perpustakaan merupakan sumber informasi, pendidikan, penelitian, preservasi dan pelestarian khazanah budaya bangsa serta tempat rekreasi yang sehat, murah dan bermanfaat.
2. Perpustakaan merupakan media dan jembatan yang berfungsi menghubungkan antara sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terkandung di dalam koleksi perpustakaan dengan para pemakainya (santri-santrinya).
3. Perpustakaan mempunyai peranan penting sebagai sarana/wadah untuk menjalin dan mengembangkan komunikasi antara sesama santri , dan antara penyelenggara perpustakaan dengan masyarakat sekitar pesantren yang dilayani.
4. Perpustakaan dapat pula berperan sebagai lembaga untuk mengembangkan minat baca, kegemaran membaca, dan budaya baca, melalui penyediaan berbagai bahan bacaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan para santri. Oleh karena apabila tidak ada perpustakaan, atau perpustakaan yang kurang berperan dengan baik, dalam pelayanan dan penyediaan bahan bacaan untuk para santri yang baru memulai mengembangkan minat baca atau membiasakan diri membaca dapat berkurang secara perlahan-lahan dan hilang semangatnya.
5. Perpustakaan merupakan agen perubahan, agen pembangunan, dan agen kebudayaan bagi santri. Sebab penemuan, sejarah, pemikiran, dan ilmu pengetahuan yang telah ditemukan pada masa lalu, yang direkam dalam bentuk tulisan atau bentuk tertentu yang disimpan di perpustakaan dapat dipelajari. Diteliti, dikaji dan dikembangkan oleh generasi sekarang, dan kemudian dipergunakan sebagai landasan penuntun untuk merencanakan masa depan yang lebih baik.
6. Perpustakaan Pesantren berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal bagi anggota santri dan pengunjung perpustakaan. mereka dapat belajar secara mandiri (otodidat), melakukan, penelitian, menggali memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Ketersediaan bahan bacaan perpustakaan yang berisi pendidikan, informasi dan rekreasi yang sehat dan positif serta mudah dipahami dan dijawai oleh pembacanya (para santri) akan mampu menggugah aspirasi, inspirasai, ide-ide dan gagasan dalam mengembangkan minat dan bakat.Mereka kemudian diarahkan untuk melakukan hal-hal yang positif dan produktif, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Dengan kata lain peran perpustakaan dapat berperan aktif dalam mencari/menelusur, membina dan mengembangkan serta menyalurkan hobi/kegemaran, minat dan bakat yang dimiliki oleh santri melalui berbagai kegiatan yang dapat diselenggarakan oleh perpustakaan. kegiatan-kegiatan dimaksud antara lain :
1. Lomba debat
2. Bedah bukuSeminar sehari
3. Lomba mengarang
4. Lomba ceramah
5. Lomba membuat kaligrafi
6. Lomba membaca alqur,an
7. Lomba cerdas cermat
8. Lomba membaca cepat dan sebagainya.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini para santri dapat menyalurkan, mengimplentasikan dan mengembangkan bakat dan kreatifitasnya dengan baik yang kelak dapat dijadikan salah satu peganggan dalam kehidupannya.
Tugas pokok dan fungsi unit perpustakaan adalah untuk menjabarkan peran sebagaimana diuraikan di atas, tugas perpustakaan adalah suatu kewajiban yang telah ditetapkan untuk dilakukan didalam perpustakaan. setiap perpustakaan mempunyai tugas –tugas sebagaimana yang telah diberikan oleh lembaga induk yang menaunginya.pada dasarnya setiap unit perpustakaan tidak berdiri sendiri, melainkan berada di dalam suatu ruang lingkup atau dibawah koordinasi suatu organisasi, Perpustakaan Nasional RI, misalnya merupakan salah satu lembaga pemerintah Non Departemen berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, Perpustakaan Umum Daerah merupakan salah satu perangkat pemerintah daerah berada dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah demikian juga Perpustakaan Pesantren berada di lembaga pesantren yang bersangkutan. OLeh karena itu kedudukan sebuah perpustakaan merupakan unsur penunjang dan tugasnya menjalankan sebagian dari tugas pokok organisasi. Selanjutnya tugas-tugas sebuah perpustakaan dapat dijalankan ke dalam fungsi-fungsi sesuai dengan ruang lingkup kegiatan yang bersangkutan. Satu hal yang paling substansial adalah pelayanan dan memenuhi kebutuhan informasi pemakai perpustakaan.
Seperti kita ketahui bahwa fungsi perpustakaan adalah suatu tugas atau jabatan yang harus dilakukan di dalam perpustakaan tersebut. pada prinsipnya perpustakaan mempunyai tiga kegiatan utama yaitu menghimpun/ mengumpulkan, memelihara dan memberdayakan semua koleksi pustaka kepada pemustaka.
Ada beberapa kepustakaan yang harus diperhatikan oleh perpustakaan pesantren dalam mengembangkan perpustakaannya agar para dididik (santri) tertarik untuk mengunjungi perpustakaan pesantren dimana perpustakaan pesantren adalah sebagai wadah proses belajar mengajar antara lain sebagai berikut :
1. Koleksi
Koleksi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan para santri yang mana koleksinya harus selalu diperbaharui (up to date), hal ini dapat dilakukan dengan kegiatan pengembangan koleksi.
2. Layanan
Berilah pelayanan sebaik mungkin sehingga para pemakai (santri) merasa nyaman, senang dan puas, pelayanan administrasi prosesnya mudah, cepat, tepat waktu, tepat sasaran, dan ciptakan suasana ramah, supel,menarik serta bersifat membimbing namum tidak terkesan menggurui sehingga para santri timbul kesan yang baik dan terdorong ingin sering datang ke perspustakaan.
3. Sarana dan Prasarana
Selain kedua komponen diatas, perpustakaan perlu dilengkapi sarana dan prasarana perpustakaan yang up to date dengan laboratium. Studio dan fasilitas lainnya.

Untuk mendapatkan anak didik yang mempunyai keterampilan dan mampu beradaptasi dengan baik (skilled dan wel adjusted, maka didalam profesi guru pun harus melakukan pengembangan, perubahan yang lebih profesional. Dalam hal yang demikian ahli perpustakaan ikut pula berkempentingan, seperti dalam perencanaan dan pembinaan sistem pendidikan penyuluhan dan bimbingan bagi anak didik di dalam proses belajar mengajar.
Dalam proses belajar mengajar harus ada perubahan kearah perbaikan. Para Ustadz dan petugas perpustakaan sudah seharuhnya menitikberatkan kepada individualized instruction suatu metode yang lebih menekankan kontak jiwa dengan jiwa (contac of mind) antara Ustadz dengan Petugas perpustakaan disatu pihak dengan santri dilain pihak. Dengan sistim ini si pendidik tidak lagi menjadi “a walking encyclopedia” didalam kelas tetapi bersifat sebagai pembimbing yang baik, Demikian pula seorang petugas perpustakaan diluar kelas, dengan metode ini pula anak didik di pandang sebagai seorang individu yang penuh. Sehingga dapat menghasilkan proses belajar mengajar yang baik.

C. KESIMPULAN

Fungsi utama dari pendidikan adalah untuk mengantarkan manusia dalam mengembangkan minat dan bakat serta ilmu pengetahuan luas. ilmu pengetahuan itu dapat diperoleh dengan melakukan kajian, penelitian, harus banyak membaca referensi koleksi yang ada di perpustakaan, oleh karena itu suatu lembaga pendidikan harus dilengkapi dengan perpustakaan yang dilengkapi koleksi yang up to date.

B A H A N B A C A A N

- FA. Wiranto (editor), 2008.. Perpustakaan dalam dinamika pendidikan dan kemasyarakatan .pp Semarang : UNIKA A Soegiyopranoto.
- GAZALBA, SIDI, Pengantar Kebudayaan sebagai ilmu, Djakarta, Pustaka Antara, 1963
- PERPUSTAKAAN NASIONAL RI. Pedoman penyelenggaraan Perpustakaan Khusus , Jakarta, 2006
- PERPUSTAKAAN NASIONAL R.I. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Umum, Jakarta, 2006
- SUTARNO, NS. Perpustakaan dan Masyarakat, Jakarta, 2006
- SJAHRIAL PAMUNTJAK, RUSINA. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan, Jakarta, Djambatan, 1972,

Online Public Acces Catalog