Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel
Pengarang: 
Samirdah, S.Pd

A. Pendahuluan
Sejarah perkembangan perpustakaan adalah dimulai setelah banyak ditemukannya penemuan-penemuan berupa tulisan mengenai sejarah suatu suku, daerah atau kerajaan yang dikumpulkan dan dikelola dengan baik walaupun hanya sederhana. Perpustakaan sudah dikenal di Sumeria dan Babylonia sejak 3000 tahun yang lalu, perkembangan lainnya adalah di Mesir sekitar 4000 tahun SM, daerah lainnya adalah Yunani tahun 1500 SM, Byzantium Tahun 324 M, Arab serta adanya renaissance and humanisme.
Perkembangan perpustakaan tidak terlepas dari perkembangan manusia, juga sebaliknya perkembangan manusia sedikit banyak terpengaruh juga dengan adanya perpustakaan. Perpustakaan dapat dikatakan sebagai cermin dari suatu bangsa atau masyarakat dilihat dari segi sosial, ekonomi, kultural (budaya), juga pendidikan masyarakat.
Selama berabad-abad eksistensi perpustakaan tetap dipertahankan walaupun banyak mengalami pasang surut dan berbagai hambatan, perpustakaan tetap dipertahankan karena memiliki fungsi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Demikian pula pemerintah Republik Indonesia begitu gigih mengemban amanat dan tujuan UUD 1945 yaitu Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai upaya telah banyak ditempuh oleh pemerintah khususnya melalui jalur pendidikan dan sarana pendukung pendidikan. Salah satu sarana pendukung pendidikan adalah adanya perpustakaan sebagai salah satu penyedia informasi, sumber informasi dan penyedia bahan bacaan yang banyak berguna untuk kepentingan masyarakat luas dari berbagai kalangan baik itu TK, SD, SMP, SMP, Perguruan Tinggi, masyarakat umum, dan lain sebagainya baik itu negeri maupun swasta, baik yang bentuk fisiknya normal maupun para tuna daksa (cacat).
Keseriusan pemerintah terhadap perpustakaan dibuktikan dengan diterbitkannya beberapa dasar hukum dan landasan operasional diantaranya :
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (terbentuknya Bidang Pengembangan Minat Baca dan Pengkajian Budaya Baca).
4. Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 3 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI.
5. Pencanangan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca oleh Presiden RI Tahun 1995.
6. Pencanangan Gerakan Membaca Nasional oleh Presiden RI di Istana Negara Tanggal 12 November 2003.
7. Pencanagan Pemberdayaan Perpustakaan di Masyarakat oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada acara ulang tahun Perpustakaan Nasional RI Tanggal 17 Mei 2006.
8. Pencanagan Gerakan Jambi Membaca oleh Gubernur Jambi pada tanggal 19 Mei 2007.

Landasan hukum tersebut perlu disebarluaskan dan disosialisasikan kepada masyarakat agar dapat memahami dan mematuhi segala ketentuan yang diatur khususnya yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan tersebut dan masyarakat dapat memanfaatkan layanan perpustakaan yang telah disediakan secara optimal.
Salah satu instansi yang mempunyai kewajiban memasyarakatkan Undang-Undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007 adalah Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah dalam hal ini Bidang Pengembangan Minat Baca dan Pengkajian Budaya Baca Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah, khususnya pada Bab XIII Pembudayaan Kegemaran Membaca Pasal 48 sampai dengan Pasal 51.
Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah melayani masyarakat dari berbagai kalangan baik negeri maupun swasta, dari TK sampai Perguruan tinggi. Salah satu layanan untuk menjangkau masayarakat luar daerah yang jauh dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah adalah layanan ekstensi perpustakaan keliling.
Perpustakaan keliling juga memberikan angin segar bagi eksistensi perpustakaan selama ini. Sudah menjadi kenyataan umum bahwa perpustakaan identik dengan lokasi yang selalu terletak di tengah-tengah kota besar dan biasanya berupa ruangan luas yang berisi rak-rak besar penuh buku dan di dalam ruangan tersebut tersedia beberapa buah kursi dan meja yang dapat digunakan oleh para pengunjung untuk membaca buku di perpustakaan. Kita dapat menyebutnya sebagai perpustakaan permanen. Namun, perpustakaan permanen tersebut memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menjangkau penduduk yang tinggal di pelosok-pelosok daerah, padahal sebagian besar penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan berada di pelosok- pelosok daerah. Dengan keberadaan perpustakaan keliling, Pemerintah dapat menjangkau penduduk yang tinggal di pelosok-pelosok daerah. Selain itu juga, perpustakaan permanen memiliki kelemahan yang lain yaitu bahwa jumlah perpustakaan permanen sangatlah terbatas. Perpustakaan permanen biasanya hanya tersedia di kota-kota besar saja karena perpustakaan permanen membutuhkan lahan yang sangat luas, lokasi yang strategis, serta berbagai fasilitas-fasilitas yang mengakibatkan pembengkakan biaya untuk pembangunan maupun pemeliharaan satu buah perpustakaan permanen saja. Namun, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan adanya perpustakaan keliling, karena biaya pendirian maupun pemeliharaan satu buah perpustakaan keliling jauh lebih murah dibandingkan dengan perpustakaan permanen sehingga jumlah perpustakaan keliling dapat jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah perpustakaan permanen.

B. Layanan Ekstensi : Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Masyarakat
Perpustakaan keliling dapat dikatakan sebagai salah satu solusi permasalahan yang efektif dan efisien untuk Pemerintah Indonesia apabila perpustakaan tersebut berwujud kendaraan beroda empat, baik berupa mobil kecil ataupun bus kecil yang disulap menjadi perpustakaan berjalan. Pada kenyataannya, semakin besar mobil yang disulap menjadi perpustakaan keliling tersebut maka akan semakin baik karena kapasitas buku yang ditampungnya pun akan semakin besar. Namun, hal tersebut tidak dapat kita jadikan sebagai satu-satunya dasar dari pemilihan mobil perpustakaan keliling karena pemilihan mobil perpustakaan keliling juga harus disesuaikan dengan struktur jalan yang akan dilewati oleh perpustakaan keliling tersebut. Oleh karena itu, alangkah lebih baik apabila pemilihan mobil perpustakaan keliling juga melihat dari struktur jalan yang akan dilewati. Untuk menangani permasalahan kapasitas jumlah buku yang dibawa, pemerintah dapat memecahkan persoalan tersebut dengan memodifikasi mobil perpustakaan keliling sedemikian rupa sehingga dapat membawa buku dengan kapasitas maksimal.
Untuk prosedur pengoperasian perpustakaan keliling, Pemerintah Indonesia dapat menerapkan sistem pinjam seperti yang diberlakukan pada perpustakaan permanen. Selain itu, pemerintah juga dapat menerapkan sistem denda apabila mayarakat meminjam lebih dari waktu yang disepakati. Hal itu dapat mengajarkan nilai kedisiplinan dan tanggungjawab terhadap masyarakat Indonesia sehingga tingkat kedisiplinan dan tanggungjawab masyarakat Indonesia semakin meningkat. Sistem pesan buku dapat juga dijalankan oleh perpustakaan keliling untuk mengatasi permasalahan mengenai keterbatasan buku yang dibawa oleh perpustakaan keliling. Masyarakat dapat memesan buku dengan memberikan judul buku dan nama pengarang dengan lengkap sehingga petugas perpustakaan keliling dapat membawakan buku yang dimaksud dengan tepat dan sesuai dengan keinginan pemesan sehingga petugas perpustakaan keliling tersebut dapat membawa buku yang dipesan sesuai dengan jadwal kedatangan mereka di lokasi masyarakat yang memesan buku tersebut, apakah waktu ada acara posyandu yang diadakan setiap bulan, atau tiap ada kegiatan PKK, dan sebagainya.
Berhubung perpustakaan keliling memiliki kendala karena lokasinya yang berpindah-pindah, Pemerintah Indonesia dapat menyusun jadwal harian disertai waktu yang pasti mengenai lokasi perpustakaan keliling sehingga pemerintah dapat menginformasikan jadwal yang akurat dari diberlakukannya perpustakaan keliling. Hal itu akan memudahkan masyarakat untuk dapat mengunjungi perpustakaan keliling di daerahnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan yang telah diinformasikan kepada mereka.
Untuk dapat membuka wawasan dan pengetahuan masyarakat Indonesia, Pemerintah Indonesia dapat menyediakan aneka macam buku pengetahuan, baik buku pelajaran sekolah maupun buku-buku pengetahuan lainnya yang tidak berhubungan dengan sekolah namun dapat menambah pengetahuan masyarakat Indonesia sehingga masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang semakin berkembang dari waktu ke waktu dan memiliki pola pemikiran yang luas. Masyarakat Indonesia dapat menambah pengetahuan yang berhubungan dengan pekerjaan mereka sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan mereka lebih optimal lagi dan memiliki motivasi yang lebih untuk maju serta tidak tertinggal dari kemajuan bangsa lain. Pemerintah juga dapat menyediakan buku-buku seputar hobi dimana buku-buku tersebut dapat mengarahkan masyarakat agar masyarakat dapat mengembangkan hobi mereka dan pada akhirnya hobi mereka tersebut dapat menjadi sumber penghasilan mereka serta membawa mereka ke kehidupan yang lebih baik dan layak.
Layanan ekstensi yang gencar dilakukan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah telah banyak membantu masyarakat yang jauh dan pelosok-pelosok.
Bukti nyata telah banyak seperti ada warga yang telah berhasil menerapkan cara membuat susu kedelai. Warga tersebut bisa sukses dengan menerapkan petunjuk dari buku yang telah dipinjamnya dari layanan eksetensi perpustakaan keliling tentang Cara Membuat Susu Kedelai. Setelah meminjam buku dari perpustakaan keliling akhirnya warga tersebut kemudian mendapatkan uang tambahan dengan membuat susu kedelai. Semua itu berkat menerapkan petunjuk-petunjuk dari buku yang dipinjam secara cuma-Cuma. Banyak lagi contoh warga yang sukses setelah meminjam buku dari layanan ekstensi perpustakaan keliling yang dilakukan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi, seperti juga meminjam buku tentang Memelihara Ikan Dengan Benar. Setelah diterapkan akhirnya peminjam tersebut bisa mendapatkan tambahan uang hingga Rp.1 juta per bulan. Ada juga yang meminjam buku tentang Cara Membuat Kue. Setelah diterapkan akhirnya peminjam tersebut bisa membuat berbagai aneka kue yang bisa dijualnya ke warung-warung dan toko-toko, dan akhirnya bisa mendapatkan tambahan uang yang banyak dari hasil penjualan kue-kue tersebut.
Demikaian pula bagi para ibu yang semula tidak mengerti tentang cara merawat bayi dengan baik dan benar, setelah meminjam buku Cara Merawat Bayi Dengan baik dan Benar akhirnya ibu tersebut dapat menerapkan instruksi-instruksi yang ada dari dalam buku tersebut dan bayi yang dirawatnya menjadi sehat. Itu semua adalah berkat adanya layanan ekstensi perpustakaan keliling dan juga kemauan dari para warga untuk maju dan menambah wawasan serta pengetahuan para warga.
Bagi para lulusan SMK yang spesialisasinya bagian mesin mereka bisa meminjam buku tentang perbengkelan yang bisa menambah pengetahuan mereka tentang mesin dan perbengkelan dan mereka akhirnya bisa membuka bengkel sendiri, dan dengan begitu mereka tidak menganggur lagi malahan bisa membuka lapangan pekerjaan baru yang bisa membawa pemuda-pemuda lainnya untuk ikut bekerja dengan dia.dengn begitu bisa menambah penghasilan mereka dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia.
Para siswa (SD, SMP, SMA) juga bisa meminjam buku dari layanan ekstensi perpustakaan keliling yang pada akhirnya bisa menambah wawasan mereka dan menjadikan mereka bertambah mengerti akan ilmu pengetahuan dan merekapun bisa menjadi pintar. Banyak lagi contoh keberhasilan masyarakat dengan adanya layanan ekstensi perpustakaan keliling.

C. KESIMPULAN
Layanan ekstensi merupakan perpanjangan tangan dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah untuk menjangkau masyarakat di Provinsi yang tidak terlayani oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah.
Perpustakaan keliling merupakan solusi tepat, cepat, dan pasti dalam meningkatkan kualitas sumberdaya masyarakat Indonesia, serta bisa membawa masyarakat kepada kehidupan yang lebih baik serta lebih berkualitas

DAFTAR RUJUKAN
Firdaus, Ahmad. Membangun Budaya Baca dengan Perpustakaan Keliling. Jakarta: PKPU. 2011
Sulistyo-Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia. 1993.
http://www.pemustaka.com/perpustakaan-keliling-solusi-tepat-dalam-membuk...

Online Public Acces Catalog