Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel
Pengarang: 
Sri Rahayuningsih, S.Pd

Minat dan kegemaran membaca perlu ditumbuh kembangkan di seluruh jenjang pendidikan sekolah dan pra sekolah, mengingat keterampilan membaca merupakan salah satu dasar untuk belajar lebih lanjut dan untuk mendapatkan kesenangan dan kehormatan.

Agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda, maka perlu diberikan batasan pengertian beberapa istilah dalam judul tulisan ini sebagai berikut.

Perpustakaan : tempat menyimpan pustaka.
Minat membaca : keinginan membaca.
Kegemaran membaca ; kesenangan membaca.

Tujuan penulisan ini secara umum yaitu memberikan gambaran tentang benarkah perpustakaan sebagai pusat pengembangan minat dan kegemaran membaca? Sedangkan secara khusus penulisan ini akan tergambar dalam uraian pokok- pokok masalah sebagai berikut.

1. Apa yang dimaksud dengan minat dan kegemaran membaca?
2. Mengapa perpustakaan sebagai pusat pengembangan minat dan kegemaran membaca?
3. Bagaimana usaha perpustakaan untuk dapat menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengembangan minat dan kegemaran membaca?

Apa yang dimaksud dengan minat dan kegemaran membaca

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata- kata atau bahasa tulis.Begitu pula dalam buku mengembangkan minat dan kegemaran membaca pada anak halaman 62-63 diterangkan,” Membaca pada hakekatnya adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan, walaupun dalam kegiatan itu terjadi proses pengenalan huruf- huruf. Dikatakan kegiatan fisik, karena bagian tubuh khususnya mata, yang melakukannya. Dikatakan kegiatan mental karena bagian pikiran khususnya persepsi dan ingatan ikut terlibat di dalamnya. Dari definisi ini kiranya dapat dilihat bahwa menemukan makna dari bacaan (tulisan) adalah tujuan utama membaca dan bukan mengenali huruf- huruf.

Selanjutnya yang dimaksud dengan minat membaca ialah keinginan dalam diri untuk melakukan kegiatan membaca suatu bacaan atau tulisan. Keinginan membaca yang tinggi dalam diri menimbulkan gairah untuk membaca, sehingga selalu berusaha untuk mendapatkan suatu bacaan demi memenuhi kebutuhannya untuk belajar dan memperoleh kesenangan. Dalam buku Panduan Pemasyarakatan Buku dan Minat Baca halaman 8 diterangkan, ”Minat baca adalah keinginan kuat yang disertai usaha usaha seseorang untuk membaca”. Orang yang mempunyai minat baca yang besar ditujukan oleh kesediannya untuk mendapatkan bahan bacaan dan kemudian membacanya atas dasar keinginanya sendiri. Orang yang mempunyai minat baca yang tinggi akan menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan dan sekaligus kebutuhan.

Kemudian yang dimaksud dengan kegemaran membaca ialah kesenangan dalam diri untuk membaca sebagai kelanjutan dari keinginan membaca yang kuat, kegemaran membaca merupakan sebagian kebutuhan hidupnya dalam memperkaya pengalaman dan memperoleh informasi yang berupa ilmu pengetahuan. Mengingat membaca sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikannya maka kegemaran membaca harus dipertahankan dan dipelihara dengan tersedianya buku bacaan yang menarik dan menantang. Bacaan yang menarik berarti bacaan yang isinya bermanfaat untuk kehidupan sehari- hari dan dapat menambah ilmu pengetahuan.

Mengapa Perpustakaan sebagai Pusat Pengembangan Minat dan Kegemaran Membaca ?

Pada awalnya keinginan membaca sudah tumbuh sebelum anak memasuki taman kanak- kanak atau sekolah dasar artinya pada saat anak berada dalam lingkungan keluarga dan dalam lingkungan kelompok bermain sudah terlihat tanda- tanda keinginan dan kegemaran untuk membaca. Bermain dengan buku bacaan dan mencoba membacanya dengan kemauannya sendiri tanpa melakukan tulisan yang ada. Menunjukkan bahwa di dalam dirinya sudah ada keinginan untuk membaca, walaupun hanya berupa khayalan saja.

Umumnya kegiatan membaca dimulai dan dibina serta dikembangkan di sekolah pembinaan membaca dilakukan secara terus menerus khususnya sejak dari taman kanak- kanak sampai Sekolah Dasar dan SLTP.
Minat dan kegemaran membaca ditumbuhkan dan dikembangkan oleh lingkungan belajar yang menarik dan menantang serta sejalan dengan irama perkembangan usia pembaca. Keselarasan bahan bacaan dengan usia pembaca akan menjadikan suatu bacaan menjadi suatu hiburan yang menyenangkan disamping bacaan akan menjadi suatu sumber informasi penambah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, jenis bacaan yang tersedia di perpustakaan harus bervariasi dan jumlahnya memadai. Serta seharusnya koleksi buku bacaan harus lebih dan pengadaannya disesuaikan dengan pribadi pengunjung, agar kebutuhan pembaca untuk membaca dapat terpenuhi keinginan membaca dan kegemaran membaca dapat berkembang secara wajar. Dengan demikian, maka perpustakaan merupakan tempat pengembangan minat membaca dan pengembangan kegemaran membaca pembaca, walaupun keinginan dan kegemaran membaca sudah ada sebelum bersekolah.

Bagaimana Usaha Perpustakaan untuk Dapat Menjadikan Perpustakaan sebagai Pusat Pengembangan dan Kegemaran Membaca ?

Banyak sekali usaha perpustakaan untuk mengembangkan minat dan kegemaran membaca antara lain sebagai berikut ;

Pertama, yang harus diusahakan ialah adanya rak buku dan sejumlah buku bacaan pada tiap – tiap ruang untuk tempat membaca, ruang baca tidak dapat dianggap komplit jika didalamnya tidak terdapat rak buku dengan buku- buku yang menarik dan mengajak pengunjung membaca.

Kedua, yang harus diusahakan pula ialah adanya perpustakaan sekolah untuk melayani siswa- siswa yang merasa tidak menarik lagi dengan buku- buku perpusatakaan yang ada di kelas masing- masing karena semua buku sudah membacanya. Perpustakaan sekolah hendaknya memenuhi syarat antara lain ruangan memadai dan cukup terang, situasinya menarik dan nyaman, buku- buku tertata rapi, tersedianya tempat untuk membaca, sirkulasi udara cukup, koleksi buku memadai. Dan pelayanan peminjaman menyenangkan, koleksi buku perpustakaan sekolah hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa yang meliputi buku- buku antara lain sebagai berikut.

a. Buku pelajaran pokok ialah buku yang memuat bahan pelajaran seperti yang tercantum dalam kurikulum yang berlaku.
b. Buku pelajaran pelengkap ialah buku yang memuat bahan pelajaran untuk memperkaya wawasan pengetahuan yang digunakan sebagai pelengkap materi buku pelajaran pokok.
c. Buku bacaan ialah buku fiksi yang dapat memperkaya pengetahuan dan memperluas wawasan untuk memperoleh kesenangan.
d. Buku sumber ialah buku yang dipakai sebagai buku rujukan dalam memperoleh informasi yang diperlukan dan biasanya hanya dibaca di ruang perpustakaan saja. Disamping buku- buku perpustakaan tersebut, di dalam ruang perpustakaan dapat dilengkapi dengan radio, pita suara piringan hitam, film, slide dan televisi.

Kemudian pengelolaan perpustakaan diharapkan dilakukan oleh petugas yang professional, karena petugas tersebut tidak hanya mengelola administrasinya saja, akan tetapi melakukan usaha pengembangan perpustakaan juga termasuk harus dapat melayani pemimjaman buku dengan cara yang menyenangkan.
Ketiga, yang harus diusahakan adalah kegiatan- kegiatan yang dapat mengembangkan minat dan kegemaram membaca pembaca sehingga pembaca atau anak anak menjadi terbiasa untuk membaca. Kegiatan- kegiatan perpustakaan untuk meningkatkan minat dan kegemaran membaca antara lain sebagai berikut.:

a. Mewajibkan anak- anak yang cepat belajar untuk selalu membaca buku- buku bacaan yang ada di rak buku. Bagi anak yang belum dapat membaca diberi kebebasan untuk bermain- main dengan buku bacaan yang tersedia di rak buku, agar anak tersebut dapat mengunakan buku.
b. Menyediakan jam khusus untuk membaca buku buku perpustakaan setiap minggu, agar anak yang lambat belajar yang tidak pernah mempunyai waktu luang dalam menyelesaikan pekerjaannya ada kesempatan untuk membaca. Sehingga semua anak disediakan waktu untuk membaca buku – buku perpustakaan.
c. Meyelenggarakan tes pustaka dari buku perpustakaan yang sudah dibaca baik secara bebas atau ditentukan tentang pemilihan buku yang ada di dalam daftar perpustakaan mereka masing- masing, “apakah tes pustaka itu? Dalam tes ini si anak boleh memilih satu buku yang pernah dibacanya dan dibuat Sinopsis.
d. Menceritakan kembali isi buku bacaan yang pernah dibaca di depan ruang perpustakaan pada jam khusus untuk membaca buku perpustakaan dan bahan cerita dapat ditentukan atau dipilih salah satu dari daftar kepustakaan mereka.
e. Mewajibkan anak untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dengan cara membaca buku- buku perpustakaan yang tersedia di perpustakaan
f. Memberikan hadiah buku bacaan kepada anak yang berorientasi dalam kegiatan belajar maupun dalam kegiatan perlombaan.
g. Melengkapi perpustakaan dengan koleksi kliping dari surat kabar atau majalah. Dengan membaca surat kabar mereka memperoleh kata-kata yang akan memperkaya perbendaharaan kata mereka.
h. Menyelenggarakan pameran di perpustakaan yang dilakukan kerja sama dengan toko buku atau penerbit disertai penjualan buku dengan harga murah karena mendapat rabat istimewa. pinjaman buku dari para pengunjung dapat dilakukan untuk memperkaya pameran tersebut.
i. Membiasakan anak untuk membuat abstrak atau synopsis dari buku yang telah di bacanya, menulis anotasi, membuat tinjauan buku, membaca bahasa baik puisi atau prosa, merupakan serangkaian kegiatan yang dapat menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengembangan minat dan kegemaran membaca .
Setelah memahami uraian pokok- pokok masalah yang berkaitan dengan judul ini yang meliputi apa yang dimaksud dengan minat dan kegemaran membaca, dan bagaimana usaha perpustakaan untuk dapat menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengembangan minat dan kegemaran membaca maka dapat disimpulkan sebagai berikut ;

1. Minat dan kegemaran membaca harus diterjemahkan menjadi minat membaca dan kegemaran membaca.minat membaca adalah dasar dari kegemaran membaca, sedangkan kegemaran membaca merupakan kelanjutan dari minat membaca.
2. Usaha Perpustakaan untuk dapat menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengembangan minat dan kegemaran membaca antara lain dengan mengusahakan adanya perpustakaan sekolah, membuat tes pustaka, synopsis, mewajibkan siswa atau anak untuk datang ke perpustakaan sehubungan ada tugas dari guru, memberikan hadiah berupa buku, menyelenggarakan pameran buku dan melakukan kegiatan – kegiatan lain.

Oleh karena itu, mengingat fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar dan tempat rekreasi maka disarankan untuk mengadakan pembinaan ke perpustakaan sekolah baik dari perpustakaan kelas di Taman Kanak- Kanak , Sekolah Dasar, SLTP sampai SLTA .
Koleksi buku – buku bacaan ditingkatkan dan diusahakan adanya perpustakaan sekolah di tiap sekolahan.
Kegiatan untuk meningkatkan minat dan kegemaran membaca sangat tergantung pada kreativitas dan inisiatif dari tenaga pengelola perpustakaan yang ada. Usaha-usaha untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengembangan minat dan kegemaran membaca dalam makalah ini dapat dikembangkan dengan situasi dan kondisi perpustakaan, keluarga, dan lingkungan yang ada.

Referensi :

1. Kurt Franz / Bernhard meier. Membina Minat baca. Cetakan ke- 3. Bandung; PT. Remaja Rosdakarya, 1994.
2. Tampubolon. Prof. Dr. Mengembangkan Minat dan Kebiasaan Membaca pada Anak. Cetakan ke -1 . Bandung , Angkasa. 1994.

Online Public Acces Catalog