Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel
Pengarang: 
Yayuk, S.Pd

Berpartisipasi dalam mempersiapkan manusia Indonesia yang baik dan berkualitas merupakan salah satu tanggung jawab perpustakaan sebagai upaya menyikapi datangnya era globalisasi. Bagi Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi upaya tersebut diwujudkan dengan menyediakan bahan bacaan yang berkualitas dan siap pakai. Namun sering kali hal ini tidak dapat terwujud diantaranya disebabkan karena kondisi bahan pustaka yang rusak, berdebu dan bau apek sehingga menimbulkan keengganan pemakai menggunakan salah satu sumber informasi tersebut secara maksimal. Kondisi bahan pustaka tersebut diakibatkan kurang tersebarnya pengetahuan tentang pemeliharaan dan perawatan bahan pustaka secara baik dan benar diantaranya dengan metode Fumigasi.

Fumigasi berasal dari bahasa inggris “Fumigate” yang berarti mengatasi atau “Fumigation” yang berarti pengasapan. Bahan kimia yang digunakan untuk fumigasi disebut fumigant. Dalam kondisi (temperature dan tekanan) tertentu fumigant (bahan kimia ) akan berubah menjadi gas, dan pada konsentrasi tertentu dapat membunuh serangga atau jamur. Jadi diperpustakaan sebaiknya fumigasi harus dilakukan mengingat banyakanya jumlah koleksi bahan pustaka yang baru dan yang telah berusia lama tentu tidak efektif jika perwatannya dilakukan tanpa pengunaan fumigant apalagi jika didapatkan tanda-tanda terdapat jamur atau serangga pada koleksi pustaka dan asrip yang ada

Ada beberapa bahan kimia (Fumigant) dan metode yang dapat digunkan untuk pencegahan dan pembasmian serangga dan jamur, diantaranya adalah:
A. Fumigasi menggunakan Methyl Bromide
B. Fumigasi menggunkan Carbon Tetra Chlorida
C. Fumigasi dengan Phosphine
D. Fumigasi menggunakan Thymol

Untuk pelaksaan Fumigasi tahun 2012 ini, Bidang Pemeliharaan dan Pelestarian Bahan Pustaka Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi menggunakan fumigant dengan bahan Phosphine (PH 3) yang efektif untuk membunuh semua jenis serangga yang ada dalam bahan pustaka, daya racun ini hampir sama dengan fumigant lain tetapi lebih aman dalam pengunaanya karena berbentuk tablet. Bahan pustaka ini akan menghasilkan gas phosphine sebagai hasil reaksi antara Alumunium Phosphine dengan uap air yang terdapat dalam udara. Bahan ini dikemas dalam tabung metal (tube) dengan waktu residu 3 hari setelah proses fumigasi dilakukan.
Prosedur Kerja
Melakukan fumigasi dengan phosphine, petugas harus hati-hati karena gas ini sangat beracun, oleh karena itu prosedur kerja harus dilakukan dengan langka-langka sebagai berikut:

1. Persiapan peralatan yang akan digunakan seperti, lembar plastik bening , lem plastik, nampan plastik dan laekband
2. Persiapan peralatan keselamatan kerja, masker, sarung tangan, kaca mata pelindungdan baju kerja
3. Siapkan bahan fumigasi seperlunya sesuai dengan volume rungan yang akan difumigasi
4. Periksa ruangan yang akan difumigasi, jika ada yang bocor tutup dengan laekband

Pelaksanaan Fumigasi
1. Semprotkan lantai sekitar rak buku dan pojok ruangan
2. Tutup rak-rak buku dengan lembar plastik sampai menutup lantai agar dapat memperkecil kebocoran gas beri lapband pada ujung lembar plastik.
3. Masukan fumigant sesuai keperluan, letakan dibeberapa tempat dibawa rak buku agar dapat menyebar kesemua bagian.
4. Proses fumigasi dibiarkan selama 3 x 24 jam agar dapat menyerap ke dalam sela-sela kertas.
5. Setelah selesai pintu dan jendela ruangan dibuka lebar-lebar, plastik dibongkar untuk menghilangkan gas yang masih tertinggal dan biarkan selama satu jam sambil dibantu dengan kipas angin agar sirkulasi udara kembali normal dan aman bagi manusia.
6. Sisa-sisa fumigant yang berupa tablet dibuang ketempat sampah lalu dibakar.
Kegiatan fumigasi Bahan Pustaka dan Arsip Bidang Pemeliharaan dan Pelestarian Bahan Pustaka dan Arsip telah terlaksanan secara rutinitas setiap tahun sesuai dengan anggaran dana yang tersedia dalam DPA, semoga dengan dilaksanakannya fumigasi Bahan Pustaka dan Arsip kelestarian semua bahan pustaka dan arsip yang ada dapat terus terjaga secara kesinambungan sehingga koleksi sebagai sumber informasi tetap dapat dilayankan kepada pemustaka.

Online Public Acces Catalog