Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel
Pengarang: 
Hasudungan Ambarita, S.Sos

 

KLASIFIKASI DI PERPUSTAKAAN

1. Pendahuluan

Semakin bagus pengelolaan suatu unit perpustakaan, maka semakin mudahlah pemustaka untuk mencari informasi yang diperlukannya.Hal inilah yang membuat pentingnya pengelolaan suatu perpustakaan harus memenuhi standar pengelolaan yang baik. Salah satu bentuk kegiatan pengelolaan perpustakaan adalah melakukan klasifikasi bahan perpustakaan.

1.1. Klasifikasi adalah “pengelompokan yang sistematis dari pada sejumlah objek, gagasan, buku atau benda benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri ciri yang sama. Di dalam klasifikasi bahan pustaka dipergunakan penggolongan berdasarkan beberapa ciri tertentu. Misalnya oleh karena bentuk fisik yang berbeda, maka penempatan buku perpustakaan dipisahkan dari surat kabar, majalah,, piringan hitam, mikrofilm,CD/VCD dan slides. Ada pula penggolongan berdasarkan penggunaan bahan pustaka, seperti koleksi referensi dipisahkan dari koleksi buku lain, koleksi buku kanak kanak atau buku bacaan ringan. Akan tetapi yang menjadi dasar utama penggolongan koleksi perpustakaan yang paling banyak dipakai adalah penggolongan berdasarkan isi atau subjek buku. Ini berarti bahwa buku buku yang membahas subjek yang sama akan dikelompokkan bersama sama.

1.2. Semua bagan atau sistem klasifikasi, juga Klasifikasi persepuluhan Dewey, berusaha untuk menyusun semua subjek yang mencakup keseluruhan ilmu pengetahuan manusia ke dalam suatu susunan yang sistematis dan teratur, yang umumnya terdiri dari sejumlah kelas utama, yang masing masing diperinci lagi menjadi bagian bagian yang lebih kecil lagi , menurut suatu urutan yang logis, yang biasanya dari yang bersifat umum kepada yang bersifat khusus. Bagan DDC terdiri dari kelas utama, divisi,seksi, subseksi yang masih dapat diperinci lagi.

1.3. Oleh karena sistem klasifikasi juga dijadikan dasar untuk penyusunan buku pada rak buku, maka kepada semua kelas , bagian serta subbagiannya diberikan notasi atau simbol tertentu, sehingga buku buku yang memiliki notasi yang sama (yang berarti membahas subjek yang sama) dapat dikumpulkan pada suatu tempat/rak. Simbol simbol yang dipakai berupa angka, huruf, atau kombinasi dari angka dan huruf.

1.4. Apabila bagan klasifikasi menyusun dan memperinci ilmu pengetahuan ke dalam sejumlah subjek yang semakin lama semakin khusus , maka indeks klasifikasi itu (yang bersifat indeks relatif) menyusun suatu daftar subjek (yang diperinci ke dalam berbagai aspeknya) secara alfabetis, sehingga dengan demikian memberikan petunjuk yang memudahkan orang mencari subjek tertentu atau aspeknya di dalam bagan klasifikasi, berdasarkan notasi yang tertera dibelakang tiap subjek atau aspeknya di dalam indeks. Notasi di dalam indeks bersifat relatif, artinya orang harus membandingkannya dengan notasi dalam bagan untuk mendapatkan yang paling tepat, karena notasi indeks hanya merupakan petunjuk umum saja.

 

2. Klasifikasi Persepuluhan Dewey

Sistem Klasifikasi Perpsepuluhan Dewey Decimal Classification selanjutnya disebut DDC, diciptakan pada tahun 1873 dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1876 . Dari edisi pertama yang hanya terdiri dari 52 halaman itu sistem ini terus dikembangkan sehingga edisi yang ke-20 yang diterbitkan pada tahun 1989 terdiri dari 4 jilid lebih dari 10.000 halaman . Perkembangan ini tidak saja terjadi karena perkembangan ilmu pengetahuan akan tetapi juga berdasarkan kebutuhan para pemakainya yang makinlama maikn banyak. DDC adalah salah satu klasifikasi yang paling banyak dipakai di seluruh dunia dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

 

2.1. Unsur unsur pokok DDC

Sebagai suatu sistem klasifikasi, DDC harus memiliki unsur unsur tertentu yang merupakan, persyaratan bagi sistem klasifikasi yang baik. Unsur unsur itu antara lain adalah : a. Sistematika, pembagian ilmu pengetahuan yang dituangkan ke dalam suatu bagan yang lengkap dan dilandaskan pada beberapa prinsip dasar tertentu b. Notasi, yang terdiri dari serangkaian simbol berupa angka , yang mewakili serangkai istilah (yang mencerminkan subjek tertentu) yang terdapat dalam bagan. c. Indeks relatif, yang terdiri dari sejumlah tajuk dengan perincian aspek aspeknya yang disusun secara alfabetis, dan memberikan petunjuk berupa nomor kelas, yang memungkinkan orang mencari tajuk yang tercantum dalam indeks pada bagan. d. Tabel pembantu, yang berbentuk serangkaian notasi khusus , yang dipakai untuk menyatakan aspek aspek tertentu yang selalu terdapat dalam beberapa subjek yang berbeda. Di dalam DDC edisi 20 terdapat 7 tabel pembantu, yaitu Tabel subdevisi standar, Tabel Wilayah, Tabel Subdevisi Kesusastraan, Tabel subdevisi bahasa, Tabel Ras,bangsa, kelompok etnis, Tabel Bahasa bahasa dan Tabel tentang orang/pribadi.

 

3. Prinsip Prinsip Dasar Sistematika DDC.

3.1. Prinsip Dasar Desimal

a. Klasifikasi Persepuluhan Dewey pertama tama membagi ilmu pengetahuan ke dalam 10 kelas utama. Kemudian masing masing kelas utama itu dibagi lagi ke dalam 10 devisi, dan selanjutnya masing masing devisi dibagi lagi ke dalam 10 seksi, sehingga dengan demikian DDC terdiri dari 10 kelas utama , 100 devisi dan 1000 seksi. Meskipun demikian , DDC masih memungkinkan diadakannya pembagian lebih lanjut daripada seksi menjadi subseksi, dari subseksi menjadi sub-sub seksi dan seterusnya. Oleh karena pola perincian ilmu pengetahuan yang berdasarkan kelipatan sepuluh inilah maka DDC disebut Klasifikasi Persepuluhan atau klasifikasi Desimal. b. Kelas utama (main classes) Sepuluh kelas utama diberi nomor urut 0,1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9. Akan tetapi di dalam praktek selalu dituliskan dalam bentuk notasi dengan tiga bilangan dan tidak boleh kurang, dimana nomor kelas utama menempati posisi pertama. Sepuluh kelas utama tersebut biasanya dinamakan Ringkasan Pertama (First Summary) dan terdiri dari ; `000 Karya Umum `100 Filsafat `200 Agama `300 Ilmu Sosial `400 Bahasa `500 Ilmu Murni `600 Ilmu Terapan `700 Olahraga/kesenian `800 Kesusastraan `900 Sejarah dan geografi c. Divisi (Division) Setiap kelas utama dibagi menjadi 10 bagian yang disebut divisi, yang masing masing diberi nomor urut 0 sampai dengan 9, sehingga kita peroleh 100 divisi, yang biasanya disebut Ringkasan Kedua (Second Summary). Notasinya terdiri dari tiga bilangan dimana nomor divisi menempati posisi kedua. Misalnya, kelas utama teknologi ( 600 ) terdiri dari divisi divisi yang berikut : 600 Teknologi 610 Ilmu Kedokteran 620 Ilmu Teknik 630 Ilmu Pertanian 640 Kesejahteraan Rumah tangga 650 Manajemen 660 Industri dan Teknologi Kimia 670 Pengolahan Bahan industri dalam pabrik 680 Industri industri lain 690 Ilmu Bangunan d. Seksi (Sections) Setiap divisi dibagi lagi menjadi 10 bagian yang disebut seksi. Yang juga diberi nomor urut 0 sampai dengan 9 , sehingga kita mendapat jumlah 1000 seksi yang biasanya disebut Ringkasan ketiga ( Third Summary). Divisi 610 atau ilmu Kedokteran dibagi menjadi seksi seksi sebagai berikut : 610 Ilmu Kedokteran 611 Anatomi manusia 612 Fisiologi manusia 613 Ilmu kesehatan umum 614 Kesehatan masyarakat 615 Farmakologi dan ilmu obat obatan 616 Penyakit 617 Ilmu Bedah 618 cabang cabang ilmu kedokteran yang lain 619 Ilmu Kedokteran eksperimental e. Pembagian lebih lanjut Sistem klasifikasi Dewey memungkinkan pembagian yang lebih lanjut atas dasar kelipatan sepuluh (seksi menjadi sub seksi, subseksi menjadi sub-sub seksi dan seterusnya )dengan menempatkan titik desimal sesudah bilangan ketiga daripada notasi dan menambahkan bilangan lain sebanyak yang diperlukan sesudah titik desimal tersebut. Dengan demikian notasi sub-seksi adalah 4 bilangan dan sub-sub seksi adalah 5 bilangan dan seterusnya. Seksi Fisiologi manusia (612) diperinci sebagai berikut : 612 Fisiologi manusia 612.1 darah dan peredaran darah 612.2 Pernafasan 612.3 Makanan dan Metabolisme 612.4 Pencernaan makanan : kelenjar 612.5 dan seterusnya.

 

3.2. Prinsip Dasar susunan Umum Khusus

Dari sepuluh kelas utama yang ada , kelas utama yang pertama (kelas 0) disediakan untuk karya umum yang membahas banyak subjek dan dari banyak segi pandangan, misalnya persuratkabaran, ensiklopedia dan beberapa ilmu yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan pada umumnya, seperti informasi, komunikasi,dan ilmu perpustakaan

 

3.3. Prinsip dasar Disiplin

Penyusunan dan Pembagian DDC terutama didasarkan pada lapangan spesialisasi ilmu pengetahuan atau “discipline” atau cabang ilmu pengetahuan tertentu bukan pada subjek . Suatu subjek dapat dibahas pada beberapa disiplin ilmu , dan oleh karena itu pembagian menurut subjek adalah sekunder, dan pembagian menurut disiplin adalah primer. Sebagai contoh, subjek perkawinan dibahas dalam beberapa disiplin ; 173 Aspek etis 248 Perkawinan dalam agama kristen 2x4.3 Hukum Perkawinan Islam 306.8 Aspek sosiologis 392.5 Kebiasaan dalam perkawinan 613.9 Aspek keluarga berencana, dsb.

 

3.4. Prinsip Dasar Hierarki

Pengertian hierarkhi adalah susunan suatu sistem klasifikasi dari umum ke khusus. DDC adalah klasifikasi yang hierarkhi baik dalam notasi maupun dalam relasi antar disiplin dan relasi antar subjek a. Hierarkhi dalam notasi berarti bahwa perincian lebih lanjut dari suatu subjek atau disiplin tertentu dilakukan dengan penambahan satu bilangan pada notasi pokoknya, misalnya ; 600 Teknologi (notasi pokok adalah 6) 630 Ilmu Pertanian (notasi pokok adalah 63) 631 Teknik pertanian umum 631.3 Alat alat pertanian : bajak, traktor, dll. 631.5 Penanaman dan Pemanenan b. Centered Headings (Tajuk Terpusat) 633-635 Produksi beberapa hasil pertanian 633 Tanaman di ladang 634 Tanaman kebun,buah buahan dan hutan 635 Sayur sayuran dan buah buahan KARYA KOMPREHENSHIP DIGOLONGKAN PADA 631 c. Hierarkhi dalam relasi antar disiplin dan subjek Ini berarti bahwa apa yang berlaku bagi suatu kelas berlaku juga bagi semua devisinya, apa yang berlaku bagi suatu divisi berlaku juga bagi semua seksi dan semua sub-seksinya, misalnya ; 625 Teknik perkeretaapian dan jalan raya Perencaanaan,analisa,pembuatan,pemeliharaan dan perbaikan 625.1 Jalan kereta api 625.2 Lokomotif,gerbong,peralatan kereta api 625.7 Jalan raya, termasuk alat pengatur dan pengaman lalu lintas

 

4.0. Tabel tabel Pembantu

DDC mempunyai tabel tabel pembantu sebagai berikut : a. Subdevisi standar b. Wilayah c. Subdevisi Kesusastraan d. Suddevisi bahasa e. Ras, bangsa atau kelompok nasional f. Tabel untuk merinci bahasa dokumen

 

5.0. Bagan DDC

Bagan atau schedule pada DDC terdiri dari serangkaian notasi bilangan yang disebut nomor kelas.Seluruh rangkaian notasi disusun menurut prinsip prinsip dasar DDC

 

6.0. Indeks Relatif

Indeks DDC , seperti telah dijelaskan sebelumnya, terdiri dari sejumlah tajuk dengan perincian aspek aspeknya, yang disusun secara alfabetis , dan memberikan petunjuk berupa nomor kelas yang memungkinkan orang untuk menemukan tajuk yang tercantum dalam indeks pada bagan dan tabel tabel. Pada bagan , berbagai aspek dari suatu subjek terpisah pisah letaknya dalam berbagai disiplin, sedangkan dalam indeks , aspek aspek suatu subjek dikumpulkan bersama sama, di bawah tajuk subjeknya dan disertai indikator letaknya (nomor kelas) di dalam bagan. Oleh karena penempatan aspek aspek subjek yang tidak tetap inilah maka indeks DDC disebut indeks Relatif. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa tajuk dalam bagan disusun secara sistematis dan tajuk dalam indeks secara alfabetis. Perlu diperhatikan bahwa kelas yang dicantumkan di belakang tajuk atau aspek aspeknya di dalam indeks benar benar hanya merupakan indikator saja , sehingga orang harus membandingkannya dengan nomor kelas pada bagan untuk mendapatkan yang paling tepat.

 

BAGAIMANA MEMAKAI DDC ?

1.  Pelajarilah secara berturut turut ketiga ringkasan (Ringkasan Pertama s.d. Ringkasan Ketiga) yang mendahului DDC 2. Periksalah Bagan (Schedule) yang lengkap 3. Bacalah Pendahuluan DDC dengan teliti 4. Periksalah tabel tabel pembantu dan pemakaiannya.

MENGANALISA SUATU BAHAN PUSTAKA

1. Judul buku 2. Daftar Isi 3. Bibliografi 4. Kata Pengantar 5. Membaca Teks PETUNJUK UMUM MENGGOLONGKAN BAHAN PUSTAKA 1. Golongkan suatu buku berdasarkan subjeknya, baru menurut bentuk atau aspeknya 2. Golongkan suatu buku sesuai apa yang menjadi maksud pengarangnya 3. Golongkan suatu buku berdasarkan subjek yang paling spesifik bukan pada subjek yang lebih luas. 4. Apabila sebuah buku dapat dikelompokkan pada dua nomor kelas yang sama sama tempatnya, golongkan buku itu pada golongan yang paling bermanfaat bagi pemakai perpustakaan anda 5. Apabila sebuah buku membahas dua subjek yang saling berhubungan , golongkan pada subjek yang paling banyak mendapat tekanan dalam uraiannya PROSEDUR UMUM PENENTUAN NOMOR KELAS YANG TEPAT a. Melalui Indeks Relatif b. Langsung pada bagan

 

 

 

 

 

 

Online Public Acces Catalog