Change Font Size

Change Screen

Change Profile

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel
Pengarang: 
Hasudungan Ambarita, S.Sos

 

1.Pendahuluan

Setiap perpustakaan diharapkan melakukan pelayanan yang dapat memuaskan pemustakanya yaitu mendapatkan pelayanan yang prima dan yang mampu memenuhi permintaan masyarakat pembacanya. Perpustakaan merupakan salah satu urusan wajib pemerintahan yang merupakan salah satu institusi pelayan publik. Agar perpustakaan mampu melakukan tugasnya sebagai pelayan publik di bidang pelayanan informasi sudah barang tentu harus dikelola secara profesional Pengelolaan sebuah perpustakaan sebagai pusat informasi tentunya sudah memiliki standar pengelolaan yang mampu menghasilkan pelayanan yang berkualitas. Dalam melakukan kegiatan pengelolaan perpustakaan setiap pustakawan harus menggunakan pedoman pengelolaan perpustakaan yang sudah disusun secara sistematis, misalnya ada peraturan Klasifikasi dan Katalogisasi yang dipergunakan dalam pengolahan buku - buku di perpustakaan Khusus dalam kegiatan katalogisasi di perpustakaan sudah diterbitkan Peraturan Katalogisasi yang berlaku secara nasional di Indonesia yang tidak bertentangan dengan peraturan katalogisasi yang sudah lama diterbitkan oleh Library of Conggres yaitu Anglo American Catalogin Rules. Dalam beberapa tahun belakangan ini telah ada usaha untuk membuat pedoman dalam bidang katalogisasi yang menjadi bagian dari peraturan katalogisasi secara keseluruhan. Peraturan katalogisasi nama - nama Indonesia yang merupakan adopsi peraturan katalogisasi Internasional, yaitu International Standard Bibliografic Description for Monographic Publication ( ISBD-M ) begitu pula peraturan katalog terbitan berseri ISBD-S Bagi pustakawan yang bertugas sebagai kataloger sebaiknya sudah menggunakan peraturan katalogisasi secara praktis, Jadi peraturan katalogisasi ini bukanlah diciptakan sendiri oleh pustakawan tetapi ditetapkan secara internasional yang dikoordinir International Federation of Library and institutions (IFLA).Indonesia sebagai anggota IFLA tentunya telah mengikuti prinsip prinsip standar tersebut. Dalam proses pengkatalogan bahan pustaka kita berpedoman pada prinsip prinsip sistem entri utama dan entri yang terkandung dalam AACR2

2. Deskripsi Bibliografis

Dalam bagian bagian ini mengandung instruksi instruksi bagaimana membuat deskripsi dari bahan pustaka. Dalam deskripsi ini hampir semua hal, memerlukan tambahan berupa tajuk yang didasarkan pada International Standard Bibliografic Description (ISBD) yang ditetapkan oleh International Federation of Library Association

2.1. Publikasi Monografis Peraturan Umum : Ringkasan unsur - unsur Ringkasan yang berikut ini menunjukan urutan dari unsur unsur deskripsi bibliografis ; Bidang Judul dan keterangan Penanggungjawab - Judul biasa - Judul paralel - Keterangan penanggungjawab Bidang Edisi - Keterangan edisi - Keterangan penanggungjawab sehubungan edisi Bidang Penerbitan (Publikasi) dan Distribusi Impresum) - Tempat Publikasi - Nama Penerbit - Tanggal Publikasi - Tempat percetakan - Nama percetakan Bidang Deskripsi Fisik (Kolasi) - Paginasi dan/atau jumlah jilid - Keterangan ilustrasi - Ukuran - Bahan yang diikutsertakan Bidang Seri - Keterangan seri - Keterangan sub seri - Penomoran seri - ISSN (International Standard Serial Number) Bidang Catatan Bidang ISBN , jilid dan harga - ISBN (International Standard Book Number) - Jilidan - Harga

3. Tanda Baca (Pungtuasi)

Unsur - unsur dari deskripsi bibliografis (selain dari unsur pertama) juga diikuti oleh tanda baca yang ditetapkan. Simbol simbol tanda baca diberikan secara detail di atas tiap bidang. Tanda baca yang telah ditetapkan itu didahului dan diikuti oleh spasi, kecuali titik (:) dan koma (,) yang hanya diikuti oleh spasi lain

3.1. Daftar unsur unsur dan tanda baca yang ditetapkan

Unsur - unsur dan tanda baca yang ditandai * dapat diulang bila perlu Bidang Judul dan Keterangan penanggungjawab Judul biasa `* = judul parelel `* : judul lain atau informasi judul lain `* / Keterangan penanggungjawab pertama `* ; Keterangan penanggungjawab kedua atau yang berikutnya Bidang Edisi `* .-- Keterangan edisi `* / keterangan penanggungjawab pertama yang berkaitan dengan edisi `* ; Keterangan penanggungjawab kedua atau berikutnya yang berkaitan dengan edisi Bidang Publikasi dan Distribusi ` * .-- Tempat penerbit pertama ` * : Penerbit ` * , Tahun penerbitan ` * , Tempat percetakan ` * ; Tempat percetakan yang kedua atau yang berikutnya ` * : Pencetak Bidang Deskripsi fisik ` * .-- Paginasi/jumlah jilid ` * : Keterangan ilustrasi ` * ; Ukuran ` dan bahan yang diikutsertakan Bidang Seri ` * .-- Keterangan seri ` * Keterangan sub seri ` * penomoran seri atau sub seri ` * ISSN Catatan ISBN Jilidan Harga

4. Sumber informasi

Informasi yang digunakan dalam deskripsi diambil dari sumber sumber tertentu dan dalam urutan pilihan yang ditetapkan. Bila informasi tidak didapatkan dari sumber pertama, diambil dari sumber kedua ; jika tidak terdapat dalam sumber kedua, diambil dari ketiga dst.

4.1. Urutan sumber yang dikehendaki

1. Halaman judul 2. Lain2 halaman depan ( halaman judul singkat, sampinh halaman judul, balik halaman judul dan kolofon 3. Bagian lain dari publikasi ( prakata, kata pengantar,teks dan lampiran,kulit buku dan punggung buku) 4. Luar publikasi

4.2. Sumber Utama dari informasi

Untuk tiap bidang sumber - sumber tertentu dinyatakan sebagai sumber utama informasi yang diambil dari suatu sumber utama untuk bidang bersangkutan dimasukkan dalam kurung siku [ ] Bidang Sumber Informasi Utama a. Judul dan ket penanggungjawab Halaman judul b. Edisi Halaman judul, lain lain c. Publikasi dan Distribusi Halaman judul, lain lain, hal depan, kolofon d. Kolasi Publikasi bersangkutan e. Seri Publikasi bersangkutan f. Catatan dari mana saja g. ISBN, jilidan dan harga dari mana saja

5. Singkatan singkatan

Singkatan singkatan tertentu ditetapkan dalam ISBD (M) untuk abjad latin : Bidang 1. Dan 2 et.al = et alii ( and others, dan lain2) Bidang 3 s.l. = sine loco ( tempat penerbit tidak diketahui s.n. = sino nomine ( penerbit atau pencetak tidak diketahui) Bidang 4 ilus. = ilustrasi cm. = centi meter

6. Pemakaian huruf besar

Pada umumnya huruf pertama dari kata pertama yang terdapat pada tiap bidang harus huruf besar (ump. Kata pertama dari judul biasa, seri atau catatan.Lain huruf besar harus mengikuti penggunaan dari bahasa dalam mana informasi diberikan

7. Pola tanda baca

a. Tiap judul paralel didahului dengan suatu tanda sama dengan (=) b. Tiap informasi judul lain didahului oleh suatu tanda titik dua (:) c. Keterangan penangungjawab yang pertama yang mengikuti tiap judul didahului oleh suatu garis miring (/) d. Ket penanggungjawab kedua dan tiap ket pengarang berikutnya didahului oleh tanda titik koma (;) e. Judul2 biasa untuk karya karya oleh penanggungjawab yang berlainan yang terdapat dalam suatu publikasi dipisahkan dengan koma (,) mereka dikaitkan dengan kata penghubung atau frase f. Judul2 biasa untuk karya 2 oleh penanggungjawab yang sama yang terdapat dalam suatu publikasi dipisahkan dengan tanda titik koma (;) kecuali bila mereka dikaitkan dengan kata penghubung atau frase Bibliografi

Perpustakaan Nasional RI.1992,Peraturan Katalogisasi Indonesia : Deskripsi Bibliografis (ISBD), Penentuan Tajuk untuk entri, judul seragam. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI Sulistyo Basuki.1994.Pengantar Ilmu Perpustakaan.Jakarta : Universitas Terbuka,Depdikbud Sutarno,NS.2006.Manajemen Perpustakaan : Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta : Sagung Seto Tairas, JNB. 1990.Daftar Tajuk untuk Perpustakaan,edisi ringkas.Jakarta : BPK Gunung Mulia Towa P, Hamakonda.1993.Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey.Jakarta : BPK Gunung Mulia LAMPIRAN : BIDANG DESKRIPSI KATALOG BERDASARKAAN AACR2 1. Bidang/Daerah Judul dan pernyataan kepengarangan 2. Bidang /Daerah Edisi 3. Bidang/Daerah distribusi dan Impresum 4. Bidang /Daerahkolasi 5. Bidang /DaerahKeterangan seri 6. Bidang/Daerah catatan 7. Bidang/Daerah ISBN 8. Bidang/Daerah Jejakan a. Daerah judul dan pernyataan kepangarangan b. Daerah Edisi c. Daerah Impresum d. Daerah Kolasi e. Daerah Seri f. Daerah Catatan g. Daerah ISBN h. Daerah Jejakan i. Callnumber dan entri utama

Contoh KARTU PENGARANG

Contoh KARTU JUDUL

Contoh KARTU SUBJEK

 

 

 

 

 

Online Public Acces Catalog